Feeds:
Pos
Komentar

BoCah Petualang ^_^

Sebuah serial di salah satu TV swasta, acara ini adalah favorit keponakan ku, ada sekumpulan bocah dengan segala aktivitasnya bermain, belajar, petulangan mereka….seneng juga lihat acara ini. Setiap orang pasti punya pengalaman indah di masa kecilnya, jadi inget masa kecilku dulu,pohon jambu depan rumah, tempat favorit kalau pulang sekolah..sekali petik langsung maem di atas pohon …nyam..nyam…^_^, metik semangka, pasaran.. seruuu pokoknya ..Mungkin memang sudah ada jiwa dangang dari kecil..:-p, ceritanya dulu didepan rumah ada dua pohon jambu biji yang buahnya besar dan manis, waktu masih SD kalau jam istirahat tiba aku pulang..karena sekolah tidak jauh dari rumah, mengundang teman-teman untuk beli jambu di rumahku;-) mereka bisa milih dan memanjat sendiri, dulu aku jual Rp 100, Rp 200,- lumayan khan..zaman dulu uang segitu, di kumpulin jadi banyak juga ( juragan jambu..he he..). Uangnya langsung di masukkan ke dalam kaleng susu bekas, tapi kalengnya yang kecil, dapat berapa kaleng dulu ya, buat beli apa ya lupaa… he.. he.. maaf ya teman-teman bukanya pelit, ada yang masih inget ga ya mereka..Sorry”

Malam ini tiba-tiba aku ingat dengan badannya yang kurus, makannya yang banyak, bandel, aktif, hobby nonton TV…kadang-kadang sok tua juga :-D, Hilmi Mulazaman..dia adalah keponakanku usianya kini sekitar 8 tahun kalau tidak salah, biasa aku memanggilnya ” mas Hilmi, Bolang, entong….itu karena dua serial itu adalah favoritnya, **upss sensor ga ya…? kangen juga pengen lihat ulahnya..tapi kadang-kadang ngeselin juga. Ada-ada saja celotehnya, teringat siang itu satu hari sebelum memasuki Ramadhan,kebetulan dia sedang ada di Jakarta, aku ajak dia ikut aksi simpatik di HI, ini pertama kalinya aku mengajakMas hilmi, persiapan bekal lumayan penuh dalam tas. Kali ini bawa anak..beda kalau jalan sendiri. Air minum, topi, sapu tangan, makanan kecil,dll saat memasukkan semuanya ke dalam ransel, tiba-tiba dia bilang..” mba, pakai sapu tangan merah ya, di ikat di belakang trus topinya di balik biar kayak si bolang..he he he ada-ada aja nih bocah, ibunya hanya senyum-senyum melihatnya. Ibunya pun tidak tahu kemana kita akan pergi, di culik….?? ga juga seh, anaknya juga mau…he he he

Melenggang dia siang hari yang terik, Naik Busway…senyum jeleknya di tunjukkan :-p, dari wajahnya sangat terlihat senang. Sampai HI..kita turun, lhoo kok sepi jadi ga neh aksi? telepon ke sana sini cari info, nihil, ga ada yang angkat. Tunggu aja mungkin…tapi ini dah lewat dari jam yang di infokan. Jeprat jepret ambil foto, satu dua orang sudah kelihatan. Dan ternyata siang itu tidak cukup banyak yang datang.

Ternyata..mas Hilmi satu-satunya anak kecil yang ikut aksi siang itu, jadi bintang tamu deh…banyak yang ngajak tanya jawab :-D. Alhamdulillah tidak rewel, anteng-anteng aja, walau kadang mengeluh capek dan panas..*maaf ya mas..tapi seneng juga khan…dia mainan air mancur di Bundaran HI. Siang itu senang rasanya..ya meskipun jalan-jalan liburan kali ini tidak ke dufan, atau ragunan, Requestnya seh itu..tapi di ajak panas-panasan..yang penting seru khan. Pulang aksi..minta di traksir makan di salah satu mall, weeehhh…bener-bener si bolang pergi ke kota ^_^….

Mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau kasihnya tak sampai atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwich tenggelam. Atau Cinta Qais dan Laila yang membuat mereka “ majnun” lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas ditempa takdir, atau layu tak terbalas.

Itu cerita cinta yang digali dari air mata air mata. Dunia tidak merah jambu disana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung.

O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap, aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.

Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau, jika mereka adalah kamu sendiri, maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri. Didalam jiwa,sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana, Apabila ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain“. kata Rumi, “sebab tangan yang satu tak akan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain”. Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.

Kalau cinta berawal dan berakhir karena Alloh, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki. Selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah atau melankolik saat kasih kandastakdir-Nya. Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah ” pekerjaan jiwa” yang besar dan agung yaitu: mencintai.

Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki cinta, memiliki ” sesuatu” yang dapat kita berikan. Maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian, jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya : “Apakah yang akan kuberikan”? tentang kepada ” siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.

Jadi hanya patah atau hancur karena lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini : kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.

 

La tahzan…!!!

*oleh M.Anis Matta,Lc.

Inikah Ramadhan Terakhirku

Detik waktu

Terus Berjalan

Berhias gelap dan terang

Suka dan Duka, Tangis dan tawa

Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi

Hadir bagai teman sejati

Diantara lelahnya jiwa

Dalam resah dan air mata

Kupersembahkan kepadamu

Yang terindah dalam hidupku

Meski kurapuh dalam langkah

Kadang tak setia kepadamu

Namun cinta dalam jiwa hanyalah padamu

Maafkanlah bila hati

Tak sempurna mencintaimu

Dalam dada..ku harap kau yang bertahta

Rapuh by : opick

Satu bulan sudah terlewati, bulan pernuh rahmat, berkah serta berlipat cinta dari-Nya..bisakah kita bersua kembali…:-( , Selalu ada kenangan indah di tiap-tiap tahun bersamamu..

Kado Jelang Idul FitRi 1428H

Lebaran tahun ini kurasakan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya…Yups karena tahun ini aku tidak pulang kampuang, ke kampung halaman tercinta.Dan ini pertama kalinya berlebaran di Jakarta, Lumayan terasa perbedaan…sedih juga 😦 …sepi rasanya merasa sendiri saja. Padahal malam ini jakarta diselimuti dengan bedug, gema takbir dan tak lupa kembang api dan petasan di mana-mana….

Ada yang terasa lain malam ini, bersyukur ada sahabatku, saudariku yang bersedia menemani…pembawaan yang selalu ceria, selalu memberikan senyum manisnya. Setelah beberapa kali kita merencanakan perrtemuan ini, akhirnya malam ini Alloh mengizinkan kita bertemu, pokoknya rame kalau ngobrol denganya. Kita janjian  buka puasa bersama di sebuah mall..hunting tempat pengen buka dimana ya enaknya, restoran lokal, makanan jepang,dll….tapi semuanya meleset..itu karena kita keasyikan lihat-lihat buku di sebuah toko buku ( ga sekedar lihat kok, beli juga ) si neng pengenya makan baso, kalau aku..apa aja lah yg penting enak.  Naik turun lift, akhirnya dapat tempat juga..alhmadulillah…

Sambil makan, kita saling cerita karena dah cukup lama..kita bisa ketemu lagi. sebelumnya kita punya tempat favorit ( tempat makan..:-D ) deket kantorku dulu ( kita biasa sebut baso pak kumis, itu karena bapak penjual baso nya berkumis he..he…) soal rasa ga usah di ragukan..seneng bisa denger cerita darinya, dan pastinya ilmunya…yang segudang, benar rasanya kalau pernah dengar bahwa semua tempat adalah sekolah, dan semua orang adalah guru. PAnjang kali lebar ngobrol…setelah selesai sholat. akhirnya waktu segera memisahkan kita, keluar mall..kita menuju toko jam kecil, lihat..lihat jam…sebenarnya aku berniat beli jam tangan, dari tiga tahun yang lalu…:-D lama banget yak. Tapi memang karena ga jadi prioritas utama, ya sampai sekarang ga beli-beli. Di samping itu, aku sudah terbiasa melihat jam dari Hp, pernah juga kelimpungan pengen tahu jam berapa ya sekarang, waktu itu hp ku ketinggalan, dan aku lagi di bus. Dan ga tahu tanya ke siapa, karena penumpangnya hanya aku sendiri….nah baru terasa deh betapa pentingnya jam tangan.

Masih lihat-lihat..kanan, kiri, ga ada yg suka. Eh tiba-tiba si eneng menawarkan, ” pilih aja, aku yang beliin, ” kapan lagi mumpung aku lagi baik neh :-p..wahhh….bener neh’ tapi ga enak juga, dah di temenin di beliin jam pula. Tapi si neng tetap menawarkan, jujur seneng bangets..seneng bukan karena dapet jam baru( yah seneng juga seh..) tapi yang lebih bikin seneng..karena ini pemberian darinya. ” Semoga bermanfaat, ya…katanya. PAsti..PAsti..!!! setelah pilih-pilih akhirnya ada yg sreg juga, setelah bayar..langsung di pakekin deh sama si neng ( he..he..manja banget ) sambil jalan pulang ku pandangi jam pemberian darinya, cantik…!! insya Alloh karena dia tulus memberikanya.

Akhirnya kita berpisah..sebenarnya masih pengen lama, tapi berhubung rumah si neng lebih jauh dari rumahku..ya akhirnya kita pulang. Jazakillah khoir ukhti…. sedih dan haru malam ini kulalui bersamamu. Menuju perjalan pulang,,sendiri menikmati indahnya gema takbir..semoga Alloh selalu mengikat hati kita dengan Cinta-Nya..Amin

KerJa KeRas

Di tengah kepulan asap polusi kota besar dan bisingnya suara klakson mobil, motor, yang siang itu begitu terlihat macet di sepanjang jalan ke arah sebuah terminal di daerah jakarta pusat. Di pinggir-pinggir trotoar jalan berbaris rapi para pedagang kaki lima, pedagang-pedangang ini pun tampaknya tidak setiap hari menjajakan daganganya, mungkin bisa di bilang pasar “kaget”. Entah sebutan dari mana, mungkin di sebabkan para pedagang yang mendadak menggelar dagangan di pinggir-pinggir jalan.

Entah mengganggu atau tidak, tapi yang jelas tak sedikit orang tertarik walau hanya sekedar melihat. Dan terik siang itu menjadi bukti bahwa hidup seharusnya memang harus berusaha dan bekerja. Melihat dari usia para pedagang pun, tidak tampak muda lagi, kerutan-kerutan di wajah para bapak yang masih tampak terlihat sehat itu menyimpan harapan besar dalam hidupnya.

Entah berapa besar keuntungan dari dagangan yang di jualnya, bagaiamana dia harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, mungkin untuk istri, anak, atau bahkan cucunya. Yang jelas usaha dalam hidup telah di jalankan, dan nikmat dalam hidup dapat terasa ketika kita dapat merasakan apa yang dapat kita dapatkan dari kerja keras kita, karena wilayah manusia hanya berusaha sedangkan hasil sesunggunya adalah milih Alloh semata.Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang kuat, orang-orang yang selalu keras dalam hidup ini.

MenJALaNi PrOSeS`~

Bagaimana caranya kita dapat sampai disebuah tempat yang kita tuju dengan mudah? Ada beberapa jalan tentunya yang harus kita lewati, mungkin jalan iu sebelumnya belum pernah kita lewati, atau bahkan kita sering melewatinya. Butuh kehati-hatian jika memang kita belum mengetahui medan yang akan kita tempuh, bisa jadi jalan itu kering, bersih, hingga membuat langkah kita terasa mudah. Mungkin juga kita akan melewati jalan yang becek, licin penuh lumpur hingga kita harus hati-hati agar kita tidak terpeleet jatuh.

Kadang perjalanan pun akan di warnai dengan ujian dan cobaan, sekali lagi kita harus mempunyai cukup bekal untuk menghadapinya. Dalam perjalanan kita akan menjalani proses, dan hidup ini adalah proses, kita selalu dalam proses itu, banyak orang yang menggerutu dengan jatah yang telah di terimanya, mungkin mereka lupa bahwa jatah itu terberi.
Ketika kita menuju perjalanan jatah, jatah itupun proses. Orang-orang yang menjalani proses dengan pengabdian dan kesetiaan, mereka tidak akan menyalahkan jatah dan tidak melanggar proses. Orang-orang muslim yang beriman akan selalu memahami proses tersebut, tidak hanya dalam ikhtiar saja, tapi juga dari kebergantungan kepada Dzat yang kepadanya dimohonkan hasil, dan selalu menyertai proses dengan do’a dan do’a. orang muslim menjalaninya dengan tabah dan do’a, karena mereka tahu kepada siapa mereka harus meminta. Bagi orang-orang yang cukup bekal dalam mengarungi segalanya, proses ini akan mengantarkan pada suatu tempat… tempat yang indah.Dalam setiap hasil yang kita dapatkan adalah kisah panjang dalam perjuangan kita.

Selalu ada yang membedakan antara orang mukmin dan orang kafir, Ibnu Mas’ud berkata, kalau orang muslim mendapat ujian maka ujian itu akan menggugurkan kesalahanya, seperti daun-daun yang berguguran dari pohon. Sementara orang fasik dan orang kafir bila mereka mendapatkan ujian mereka seperti keledai. Keledai itu tidak tahu kenapa diikat, dan bila di lepas pun, ia tak mengerti kemana harus pergi.

Kita tidak dapat menuntut setiap proses yang kita jalankan, karena hasil itu adalah wilayah Alloh, dan sebagai manusia wilayah kita adalah ikhtiar.

:: sedikit memaknai akhir dari perjalan….

TenTanG KiTa

Tertoreh dalam jiwa, sebuah harapan yang indah. Menjadi pengisi sejarah dalam titian langkah. terkumpul sudah berbagai kisah dan cerita, kelak semoga menjadikan dan membawa impian itu pada keadaan yang nyata. Bila sisa ingatan hanya sebagai pengukir jejak yang hampa, semoga dengan do’a jalan kesana akan mudah tecipta.

Karena cerita yang dulu ada, tercipta dari kebersamaan kita. Kisah itu hampir atau sudah terajut dengan indah. Tapi kurasakan tidak cukup lama dirimu ada, dan akupun berfikir aku telah kehilanganya dalam waktu yang tak tentu pangkalnya. Karena jarak yang ada telah memisahkan kita, entah ada apa dalam kisah selanjutnya, aku sendiri tidak tahu, meskipun hanya sekedar bayangan masa depan…karena semuanya adalah jalan yang telah di tentukan-Nya.

Sayup terdengar bahwa kau bahagia saat ini di sana, cukup bahagia sepertinya. Dengan keadaan berbeda dan membuat segalanya pun terasa berbeda. Ku mohonkan pada-Nya semoga akan mempertemukan kita.

Saudaraku…kisah ini begitu mahal bagiku, cita dan cerita kita semoga akan tetap terajut dengan indah, Semoga dakwah senantiasa memperkokoh jiwa kita, hati kita akan tetap dekat karena cinta-Nya.Semoga Alloh senantiasa memberikan rahmat dan cinta-Nya kepada kita, teriring setiap langkah kita dengan Ridho-Nya.